Jelik.
Barangkali itu yang mereka rasa.
Perempuan sial itu.
Diam seribu bahasa.
Menyepi dalam sepi.
Tersenyum sendiri.
Dia tak pernah kejar.
Tapi mereka yang lari.
Dia tak pernah cari.
Tapi mereka yang runsing.
Dia pula yang binggung jadinya.
Apa hendak mereka agaknya.
Pedulikanlah.
Pentingnya bukan dia punya angkara.
Ada pakatan sulit yang wujud di situ.
Mungkin juga andaiannya selama ini.
Adalah kebenaran yang tersembunyi.
Oh! Tak mengapa.
Tuhankan ada.
Untuk PEREMPUAN SIAL itu.